SALAM PRAJA MUDA KARANA - GUGUS DEPAN NUSANTARA SDN 003 NUNUKAN SEMOGA BLOG INI BERMANFAAT UNTUK ANDA ---- BLOGER YANG BAIK POST KOMEN YACH
English French German Spain Italian Dutch Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified

Sabtu, 20 Oktober 2012

PROPOSAL PENGAJUAN KEGIATAN EKSTARKURIKULER PRAMUKA

0 komentar






 




PROGRAM KERJA

GERAKAN PRAMUKA GUGUS DEPAN NUSANTARA
NOMOR : 01.025 – 01.026
PANGKALAN SDN 003 NUNUKAN
TAHUN 2012




DAFTAR ISI       

BAB I     PENDAHULUAN
A.   Umum
B.   Dasar
C.   Tujuan Umum
D.  Tujuan Khusus

BAB II     STRUKTUR ORGANISASI GUDEP
A.   Pengurus Mabigus Gugus Depan
B.   Pengurus Pembina Gugus Depan
C.   Pembantu Pembina
D.  Peserta Didik

BAB III   PETUNJUK PERENCANAAN
A.   Keadaan Umum
B.   Petunjuk Perencanaan Program Kerja tahun 2010

BAB IV    PROGRAM DAN ANGGARAN BELANJA TAHUN 2009
A.   Program
B.   Anggaran

BAB V     PENUTUP  


LAMPIRAN - LAMPIRAN



BAB I
PENDAHULUAN
A.   UMUM
Gerakan Pramuka merupakan organisasi pendidikan di luar sekolah yang menitik beratkan pada pembentukan Watak dan Budi Pekerti kaum muda yang diharapkan kedepan dapat menjadi manusia yang memiliki karakter dan jiwa kepemimpinan yang dapat diunggulkan.
Tujuan Gerakan Pramuka adalah mendidik anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip – prinsip dasar metode pendidikan kepramukaan yang pelaksanaannya diserasikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan bangsa dan masyarakat Indonesia.
Program kerja merupakan dokumen perencanaan tahap penganggaran bagi gugus depan dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan. Dalam penyusunan program kerja, dirinci semua kegiatan beserta anggarannya yang akan dilaksanakan dalam satu tahun anggaran. Kegiatan – kegiatan dalam program kerja diarahkan untuk mencapai sasaran – sasaran Rencana Kerja ( RENJA ).
Program kerja dan rencana anggaran gugus depan 01.025 – 01.026 Pangkalan SDN 003 Nunukan tahun 2012 merupakan program tahun pertama bagi penjabaran rencana kerja ( RENJA ) Gugus Depan Nusantara 01.025 – 01.026 Pangkalan SDN 003 Nunukan masa bakti 2011 – 2014. Pada tahun 2012 program diarahkan pada teregistrasi gugus depan 01.025 – 01.026 Pangkalan SDN 003 di Kwarcab Nunukan,  penyediaan Sanggar Bakti / Sekretariat gugus depan beserta kelengkapannya dan alat kegiatan penunjang peserta didik.

B.   DASAR
1.  Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka
2. Keputusan Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 231 tahun 2007 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Gugus Depan Gerakan Pramuka
3.  Rencana Kerja Gugus Depan Nusantara Nomor 01.025 – 01.026 Pangkalan SDN 003 Nunukan masa bakti 2011 – 2014

C.   TUJUAN UMUM
Mengintegrasikan kegiatan dan biaya secara terarah dan terpadu guna mencapai sasaran – sasaran Gugus Depan Nusantara 01.025 – 01.026 Pangkalan SDN 003 Nunukan masa bakti 2011 – 2014 dalam rangka Revitalisasi Gerakan Pramuka.

D.   TUJUAN KHUSUS
1.  Terdaftarnya kegiatan untuk pencapaian sasaran – sasaran rencana kerja Gugus Depan Nusantara 01.025 – 01.026 Pangkalan SDN 003 Nunukan masa bakti 2011 – 2014.
2.  Tersusunnya perkiraan biaya, belanja barang yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas kegiatan.
3.  Tersusunnya perkiraan biaya administrasi kantor
4.  Tersusunnya perkiraan biaya program

BAB II
PETUNJUK PERENCANAAN

A.   KEADAAN UMUM
Pelaksanaan program kerja dan anggaran Gugus Depan Nusantara 01.025 – 01.026 Pangkalan SDN 003 Nunukan sepenuhnya berasal dari bantuan Kepala Sekolah selaku Ketua Mabigus, Ketua Komite SDN 003 Nunukan, serta bantuan dari pihak lain yang tidak bertentangan dengan AD & ART Gerakan Pramuka. Namun demikian upaya Gugus Depan Nusantara 01.025 – 01.026 Pangkalan SDN 003 Nunukan untuk meningkatkan kemandirian dalam pendanaan terus dipikirkan sehingga kedepan diharapkan bisa mandiri.

B.   PETUNJUK PERENCANAAN PROGRAM KERJA TAHUN 2012
Pelaksanaan Program Kerja dan Anggaran Gugus Depan Nusantara 01.025 – 01.026 Pangkalan SDN 003 Nunukan tahun 2012 adalah sebagai berikut :
1.    Anggaran belanja disusun berdasarkan perkiraan yang pasti, dengan menyusun skala prioritas.
2.    Anggaran program diprioritaskan pada keberhasilan pendidikan kepramukaan bagi peserta didik.
3.    Pelaksanaan dan pertanggungjawaban keuangan program kerja dan anggaran tahun 2012 Gugus Depan Nusantara 01.025 – 01.026 Pangkalan SDN 003 Nunukan harus diselesaikan dalam tahun 2012.
4.    Masing – masing pelaksana kegiatan menggunakan anggaran dengan efisien dan dapat dipertanggungjawabkan.



BAB III
STRUKTUR ORGANISASI GUDEP

A.   PENGURUS  MABIGUS GUGUS DEPAN
Ketua Mabigus     :    Abdul Kadir
Wakil Ketua         :    Masniah
Sekretaris           :    Arman,A. Ma
Ketua Harian       :    Masniah
Anggota             : 1.  Padliah        
                         : 2.  Greecia Naomi, S. Pd
B.   PENGURUS  PEMBINA GUGUS DEPAN
( Terlampir)




C.     PEMBANTU PEMBINA
(Terlampir)

D.     PESERTA DIDIK

(Terlampir)

                                



BAB IV
PROGRAM DAN ANGGARAN BELANJA TAHUN 2011

A.   PROGRAM
Kegiatan program dilaksanakan untuk mencapai sasaran  - sasaran rencana kerja Gugus Depan Nusantara 01.025 – 01.026 Pangkalan SDN 003 Nunukan masa bakti 2011 - 2014 antara lain :
1.      Latihan rutin gugus depan
2.      Persami semester I dan II
3.      Hiking / Outbond
4.      Rekreasi Pendidikan

B.   ANGGARAN
Hingga saat ini, pendanaan program kerja  Gugus Depan Nusantara 01.025 – 01.026 Pangkalan SDN 003 Nunukan sepenuhnya mendapat bantuan dari Kepala Sekolah selaku Ka. Mabigus dan Ketua Komite SDN 003 Nunukan.


 BAB IV
PENUTUP

Kiranya program kerja Gugus Depan Nusantara 01.025 – 01.026 Pangkalan SDN 003 Nunukan tahun anggaran 2012 dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan kegiatan pada tahun 2012.


                                                                                  Nunukan, 1 Januari 2012

GUGUS DEPAN PUTRA                                                 GUGUS DEPAN PUTRI
KETUA,                                                                            KETUA,


Arman, A. Ma                                                               Padliah





Perubahan Kode Kehormatan ( Satya ) Pramuka

0 komentar
 Menjelang kegiatan Ulang Janji pada peringatan Hari Pramuka yang lalu, nampak 2 orang pembina tengah berdebat hangat, keduanya membincangkan penggunaaan bunyi/ kata satya yang akan dibacakan oleh pembina upacara yang diikuti oleh seluruh peserta Upacara Ulang Janji/ Renungan. Setelah ditelusuri ternyata ada yang berbeda kata pada kode kehormatan / Satya Pramuka.
Berikut perbedaannya :
AD GERAKAN PRAMUKA
KEPRES NO 24 TAHUN 2009
UU NO 12 TAHUN 2010
TENTANG GERAKAN PRAMUKA
Kode Kehormatan Pramuka yang terdiri atas Janji yang disebut Satya dan Ketentuan Moral yang disebut Darma merupakan satu unsur dari Metode Kepramukaan dan alat pelaksanaan Prinsip Dasar Kepramukaan.
Kode kehormatan pramuka merupakan janji dan komitmen diri serta ketentuan moral pramuka dalam pendidikan kepramukaan. Kode kehormatan pramuka terdiri atas Satya Pramuka dan Darma Pramuka.
Trisatya
     Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
-   Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan  Republik Indonesia dan mengamalkan pancasila.
-  Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat.
-   Menepati Dasadarma..
Satya Pramuka
“Demi kehormatanku, aku berjanji akan bersungguh sungguh Menjalankan kewajibanku terhadap  Tuhan Yang Maha Esa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, menolong sesama hidup, ikut serta membangun masyarakat, serta menepati Darma Pramuka .


Akhirnya mereka bermusyawarah sebentar untuk membuat kesepakatan bersama, dengan menggunakan Satya Pramuka seperti yang tercantum dalam UU No. 12 tahun 2010.
Namun bagaimana jika menggunakan Tri Satya yang terdahulu, ini juga diperbolehkan mengingat pada Bab VIII, pasal 47 ayat d menyatakan bahwa :  Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga organisasi sebagaimana dimaksud dalam huruf a wajib disesuaikan dengan ketentuan Undang-Undang ini dalam waktu paling lama 2 (dua) tahun sejak Undang- Undang ini diundangkan, artinya bahwa diberikan waktu selambatnya 2 tahun untuk melakukan penyesuaian AD/ART Gerakan Pramuka, untuk itu sampai saat ini kita masih dapat menggunakan AD dan ART ( Kepres No 24 Tahun 2009 dan SK Kwarnas 203 tahun 2009 ) sebagai dasar dalam melaksanakan kegiatan Pramuka sehari-hari.
Maka dan selanjutnya tidak perlu berdebat lagi mana yang paling benar, hal ini karena kedua-duanya benar dan keduanya memiliki dasar hukum yang kuat dan keduanya telah diatur dalam UU Gerakan Pramuka.

Kelapa, Pohon serba Guna

0 komentar




Pohon kelapa yang disebut juga dengan pohon nyiur biasanya tumbuh pada daerah atau kawasan tepi pantai. Sangat banyak manfaat yang dapat kita peroleh dari pohon kelapa. Mulai dari batang, daun dan buahnya, semua dapat dimanfaatkan. Mungkin karena manfaatnya sangat banyak, pohon kelapa dijadikan logo "Praja Muda Karana" (Pramuka) di Indonesia. Dalam klasifikasi tumbuhan, pohon kelapa termasuk dalam genus : cocos dan species : nucifera. Nah, sekarang mari kita bahas satu persatu bagian dan manfaat dari pohon kelapa.
Bagian-bagian Kelapa
Buah kelapa
Buah kelapa terdiri dari kulit luar, sabut, tempurung, kulit daging (testa), daging buah, air kelapa dan lembaga.
Kulit luar
Kulit luar merupakan lapisan tipis (0,14 mm) yang mempunyai permukaan licin dengan warna bervariasi dari hijau, kuning sampai jingga, tergantung kepada kematangan buah. Jika tidak ada goresan dan robek, kulit luar kedap air.
Sabut kelapa.
Sabut kelapa merupakan bagian yang cukup besar dari buah kelapa, yaitu 35 % dari berat keseluruhan buah. Sabut kelapa terdiri dari serat dan gabus yang menghubungkan satu serat dengan serat lainnya. Serat adalah bagian yang berharga dari sabut. Setiap butir kelapa mengandung serat 525 gram (75 % dari sabut), dan gabus 175 gram (25 % dari sabut).
Tempurung
Tempurung merupakan lapisan keras yang terdiri dari lignin, selulosa, metoksil dan berbagai mineral. Kandungan bahan-bahan tersebut beragam sesuai dengan jenis kelapanya. Struktur yang keras disebabkan oleh silikat (SiO2) yang cukup tinggi kadarnya pada tempurung. Berat tempurung sekitar 15~19 % dari berat keseluruhan buah kelapa.
Kulit daging buah.
Kulit daging buah adalah lapisan tipis coklat pada bagian terluar daging buah.
Daging buah.
Daging buah merupakan lapisan tebal (8~15 mm) berwarna putih. Bagian ini mengandung berbagai zat gizi. Kandungan zat gizi tersebut beragam sesuai dengan tingkat kematangan buah. Daging buah tua merupakan bahan sumber minyak nabati (kandungan minyak 35 %). Pada tabel 2 dapat dilihat komposisi zat gizi daging buah kelapa.
Air kelapa.
Air kelapa mengandung sedikit karbohidrat, protein, lemak dan beberapa mineral. Kandungan zat gizi ini tergantung kepada umur buah. Air kelapa dapat digunakan sebagai media pertumbuhan mikroba, misalnya Acetobacter xylinum untuk produksi nata de coco.

Manfaat Pohon Kelapa
Ada beberapa komoditi yang dapat diperoleh dari pohon kelapa, yaitu batang, daun, nira dan bagian-bagian.
Batang
ImageBatang kelapa tua dapat dijadikan bahan bangunan, mebel, jembatan darurat, kerangka perahu dan kayu bakar. Batang yang benar-benar tua dan kering sangat tahan terhadap sengatan rayap. Kayu dari pohon kelapa yang dijadikan mebel dapat diserut sampai permukaannya licin dengan tekstur yang menarik


Daun
ImageDaun kelapa sering digunakan untuk hiasan atau janur, sarang ketupat dan juga atap rumah. Tulang daun atau lidi dijadikan barang anyaman, sapu lidi dan tusuk daging (sate).





Nira
Nira adalah cairan yang diperoleh dari tumbuhan yang mengandung gula pada konsentrasi 7,5 sampai 20,0 %. Nira kelapa diperoleh dengan memotong bunga betina yang belum matang, dari ujung bekas potongan akan menetes cairan nira yang mengandung gula. Nira dapat dipanaskan untuk menguapkan airnya sehingga konsentrasi gula meningkat dankental. Bila didinginkan, cairan ini akan mengeras yang disebut gula kelapa. Nira juga dapat dikemas sebagai minuman ringan. 

Buah
Banyak dari bagian buah merupakan bahan yang bermanfaat. Sabut kelapa yang telah dibuang gabusnya merupakan serat alami yang berharga mahal untuk pelapis jok dan kursi, serta untuk pembuatan tali 

Tempurung kelapa
Tempurung kelapa dapat dibakar langsung sebagai kayu bakar, atau diolah menjadi arang. Arang batok kelapa dapat digunakan sebagai kayu bakar biasa atau diolah menjadi arang aktif yang diperlukan oleh berbagai industri pengolahan.
Daging kelapa
Daging kelapa merupakan bagian yang paling penting dari komoditi asal pohon kelapa. Daging kelapa yang cukup tua, diolah menjadi kelapa parut, santan, kopra, dan minyak goreng. Sedang daging kelapa muda dapat dijadikan campuran minuman cocktail dan dijadikan selai.
Air kelapa
Air kelapa dapat dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kecap dan sebagai media pada fermentasi nata de coco.

Sumber : Iptek:
Sumber  :htpp//www.pramukanet

Tata Cara dan Pemakaian TKK

0 komentar




Image
Tanda Gambar Kecakapan Khusus pernah diatur dalam Surat Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor: 134/Kn/76 Tahun 1976 Tentang Petunjuk Penyelenggaraan Kecakapan Khusus, selanjutnya adanya SK Kwarnas no : 132 tahun 1979 diterbitkan untuk penyempurnaan tentang syarat dan gambar TKK sebelumnya. Namun demikian pada surat Keputusan kwarnas tahun 1974 itu, telah mengatur tata cara pemakaian TKK (Tanda Kecakapan Khusus). Serta cara penggunaan tetampan apabila dalam penempatan TKK pada lengan bahu kanan telah melebihi ketentuan (5 tanda gambar TKK) serta adanya tata cara pemaiaian tetampan yang kedua dan ukuran tetampan untuk tiap golongan Siaga, Penggalang, Penegak dan Pandega.
Berikut ini penjelasan tentang hal tersebut :
a.    TKK pada pakaian seragam Pramuka dikenakan pada lengan baju sebelah kanan.
b.    TKK yang dikenakan pada baju sebelah kanan tersebut di atas sebanyak-banyaknya lima buah, sedang selebihnya ditempatkan pada tetampan, yang diselempangkan di badan, melalui bahu sebelah kanan, menyilang dada dan punggung menuju pinggang sebelah kiri.
c.    Ketentuan mengenai tetampan TKK adalah sebagai berikut:
1.    Lebar:
a.    Untuk Pramuka Siaga 8 cm,
b.    Untuk Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega 10cm.
2.    Panjang:
Disesuaikan dengan tinggi badan Pramuka yang memakainya.
3.    Warna:
Coklat tua, ditambah dengan hiasan tepi selebar 1 cm, yang dibuat dengan sulam “silang seperti pada kain flanel” atau dengan penempelan pita (zig zag band) sepanjang kedua sisi tetampan, dengan jarak 0,5 cm dari tepi selempang itu.
4.    Warna hiasan: (warna zigzag/sulaman flanel)
1.     Untuk Pramuka Siaga: hijau.
2.     untuk Pramuka Penggalang: merah.
3.     Untuk Pramuka Penegak/Pandega: kuning
Image
d.    Pada tetampan tidak dibenarkan ditempatkan tanda gambar, atau lencana dan tulisan apapun, selain TKK. yang ditetapkan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka.
e.    TKK yang dikenakan pada tetampan, ditempatkan pada bagian tetampan yang ada di muka dada, disusun dari atas ke bawah, dimulai dari bagian terdekat dengan baju sebelah kanan.
f.     Apabila TKK yang dicapai oleh seorang Pramuka jumlahnya banyak, sehingga tidak termuat pada bagian tetampan yang ada di muka dada, maka TKK selebihnya ditempatkan pada bagian tetampan yang ada pada bagian punggung, dengan urutan dari atas ke bawah, dimulai dari bagian yang terdekat dengan bahu.
g.    Apabila tetampan dengan penempatan TKK seperti tersebut pada point e. dan point  f. di atas ternyata tidak dapat memuat semua TKK yang diperoleh seorang Pramuka, maka dapat dibenarkan penggunaan tetampan kedua, yang memenuhi ketentuan pada poin c dan point d yang diselempangkan di badan, melalui bahu sebelah kiri, menyilang dada dan punggung menuju pinggang sebelah kanan. Pada Persimpangan antara tetampan pertama dan tetampan kedua, letak tetampan kedua adalah di bagian bawah tertindih oleh tetampan pertama.
h.    Tetampan hanya dibenarkan dipakai pada upacara kepramukaan. Pada waktu latihan atau bekerja yang memerlukan keleluasaan bergerak, maka tetampan TKK. hendaknya ditanggalkan.